TUCpTSWoGUY5BSY8GfY5GUGpGY==

Fenomena Mernarik Gerakan Pati Menuju DPR RI

Fenomena Gerakan Warga Pati, Provinsi Jawa Tengah menjadi unik sehingga wajar menjadi pusat perhatian publik tanah air. Ada beberapa hal mengapa Gerakan Pati ini menarik?

Pertama, ada heroisme di dalam gerakan ini. Kepahlawanan yang paling menonjol adalah keberanian mereka ditengah situasi yang boleh dibilang panik dan was-was dengan maraknya penangkapan sejumlah aktivis.

Mas Botok menjadi simbol kepahlawanan  ditengah hausnya publik akan sosok yang bisa menjadi lokomotif gerakan original dan idealis. Dua momen inilah yang kemudian menyatu dengan kebutuhan publik.

Kedua, gerakan akar rumput. Gerakan warga Pati muncul bukan dari kalangan menengah apalagi tokoh besar, melainkan lahir dari akar rumput yang berhasil dikonsolidasikan. 

Konsolidasi yang mereka lakukan tidak seperti mahasiswa atau lembaga swadaya masyarakat, konsolidasi mereka boleh dibilang sederhana dan simple karena dibalut oleh perasaan yang sama diantara warga.

Dan konsolidasi mereka terbilang sukses, terus mengkristal, terus menggelinding. Gerakan mereka menjadi sejarah dan warna baru dalam sosial politik tanah air. 

Dan terakhir, ini yang menurut saya paling penting, yaitu gerakan murni dari akar rumput yang percikannya muncul dari kekecewaan terhadap etika pejabat publik yang terkesan "merendahkan" klaster mereka.

Tutur kata Sadewo, mantan Bupati Pati ketika itu menyalakan percikan api dan dijawab dengan ledakan akar rumput. Gerakan ini semakin mendapat dukungan setelah Sadewo tersandung kasus  dugaan korupsi.

Dari Pati Geser ke Jakarta
Gerakan Pati kian hari semakin membumi setelah bergeser ke lumbung kekuasaan negara, yaitu DPR RI di Senayan, Jakarta. Aksi 27 Agustus 2026 akan jadi sejarah baru dan Pati menjadi ikonik gerakan sekarang.

Mereka membawa isu utama pengesahan RUU Perampasan Aset bagi koruptur. RUU sudah sekian tahun belum disahkan sampai sekarang.

Gerakan Pati di Jakarta kemudian mendapat respon beragam. Tapi secara umum publik merespon baik dengam ditandai suplai logistik di lokasi demo, tepatnya di depan pintu utama gedung DPR RI.

Ditengah kebijakan kontroversi karena ditemukan masalah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih termasuk kontroversi pidato Presiden Prabowo Subianto, Menteri Desa Yandri Susanto meningkatkan eskalasi politik tanah air. 

Gerakan Pati tidak bisa dianggap remeh karena mereka punya energi yang bersumber dari keadaan dan realitas yang dalam posisi survival ekonomi. 

Terjadi di Dunia
Sebenarnya Gerakan Pati ini tidak hanya terjadi di tanah air, tapi terjadi pula di sejumlah negara di dunia. Dunia global memang sedang tidak baik-baik saja.

Ada ancaman perang dunia ketiga. Ada ancamam krisis pangan dsn energi dan ada potensi pertengkaran merebutkan wilayah.

Dunia, seperti disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, sedang dalam posisi bertahan. Bahkan negara super power Amerika Serikat sekalipun lagi kedodoran menghadapi ekonomi negara mereka.

Penulis,
Karnoto
Founder ANANetworking

Type above and press Enter to search.