Fenomena Gerakan Warga Pati, Provinsi Jawa Tengah menjadi unik sehingga wajar menjadi pusat perhatian publik tanah air. Ada beberapa hal mengapa Gerakan Pati ini menarik?
Pertama, ada heroisme di dalam gerakan ini. Kepahlawanan yang paling menonjol adalah keberanian mereka ditengah situasi yang boleh dibilang panik dan was-was dengan maraknya penangkapan sejumlah aktivis.
Mas Botok menjadi simbol kepahlawanan ditengah hausnya publik akan sosok yang bisa menjadi lokomotif gerakan original dan idealis. Dua momen inilah yang kemudian menyatu dengan kebutuhan publik.
Kedua, gerakan akar rumput. Gerakan warga Pati muncul bukan dari kalangan menengah apalagi tokoh besar, melainkan lahir dari akar rumput yang berhasil dikonsolidasikan.
Konsolidasi yang mereka lakukan tidak seperti mahasiswa atau lembaga swadaya masyarakat, konsolidasi mereka boleh dibilang sederhana dan simple karena dibalut oleh perasaan yang sama diantara warga.
Dan konsolidasi mereka terbilang sukses, terus mengkristal, terus menggelinding. Gerakan mereka menjadi sejarah dan warna baru dalam sosial politik tanah air.
Dan terakhir, ini yang menurut saya paling penting, yaitu gerakan murni dari akar rumput yang percikannya muncul dari kekecewaan terhadap etika pejabat publik yang terkesan "merendahkan" klaster mereka.
Tutur kata Sadewo, mantan Bupati Pati ketika itu menyalakan percikan api dan dijawab dengan ledakan akar rumput. Gerakan ini semakin mendapat dukungan setelah Sadewo tersandung kasus dugaan korupsi.
Gerakan Pati kian hari semakin membumi setelah bergeser ke lumbung kekuasaan negara, yaitu DPR RI di Senayan, Jakarta. Aksi 27 Agustus 2026 akan jadi sejarah baru dan Pati menjadi ikonik gerakan sekarang.
Sebenarnya Gerakan Pati ini tidak hanya terjadi di tanah air, tapi terjadi pula di sejumlah negara di dunia. Dunia global memang sedang tidak baik-baik saja.
Karnoto
Founder ANANetworking
