Gagal dalam perang politik dan fisik, Amerika Serikat kini menantang berperang ekonomi dengan Iran dengan cara memberikan sanksi pelarangan maskapai penerbangan komersial Iran beroperasi di seluruh dunia. Sejumlah pengamat menilai langkah Donal Trumpt ini sebagai bentuk keputusasaan perang melawan Iran beberapa bulan lalu.
Seperti diketahui, perang politik dan fisik yang dilakukan Amerika beberapa bulan lalu teruji gagal karena Iran bukannya jatuh justru semakin menekan Amerika Serikat. Target politik Amerika Serikat yang ingin mengobrak-abrik politik Iran juga gagal.
Alih-alih membuat choas dan kemarahan rakyat Iran dengan jatuhnya pemerintahan lama, justru membuat rakyat Iran bangkit sampai sekarang.
Kedua kegagalan inilah yang kemudian membuat Amerika Serikat ingin mencoba melakukan perang ekonomi dengan Iran. Pelarangan ini secara resmi berlaku pada 23 September 2026 dibawah kebijakan Departemen Keuangan Amerika Serikat.
Sanksi Sukender ini mendapat penolakan keras dari China. Seperti diketahui, China memiliki kerjasama yang erat dengan Iran dalam berbagai bidang sehingga ini akan berdampak terhadap China.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menegaskan sanksi tersebut tidak memiliki dasar hukum internasional maupun mandat Dewan Keamanan Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pernyataan tersebut disampaikan pasca maskapai MAhan Air dari Teheran berhasil mendarat di Guoangzhou ditengah ancaman sanksi Amerika Serikat terhadap Iran.
Iran kembali menunjukan perlawanannya terhadap perang ekonomi atas Amerika Serikat. Pemerintah Irang mengabaikan sanksi tersebut dan tetap mengoperasikan layananan penerbangan komersial.
