TUCpTSWoGUY5BSY8GfY5GUGpGY==

Aisha; Iran Terus Menekan Amerika Serikat


Aisha Kusumasomantri, Peneliti Indo Pacific Strategic Intellegence mengatakan, Amerika Serikat dan Iran sama-sama masih melakukan maximal approach karena mereka masih memiliki agenda masing-masing.

"Sekarang USA membutuhkan kemenangan simbolis, tapi persoalanya Iran mengetahui hal tersebut," kata Aisha saat menjadi narasaumber di KompasTV.

Iran tahu bahwa USA sedang kewalahan mengahadapi serangan Iran. Jadi, Irang mengkombinasikan kekuatan militer, ekonomi serta opini publik untuk menekan USA dari dalam negerinya sendiri.

"Iran berusaha mengulur waktu karena Iran tahu akan mendapatkan keuntungan lebih," kata Aisha. Dengan kondisi sekarang, Iran mengetahui bahwa mereka akan mendapatkan hal-hal yang selama ini terkunci dari USA.

Dikatakan Aisha, hal terkunci sebelum perang diantaranya pencairan dana, selat hormuz. Dan sekarang Iran terus menekan USA. 

Perang Terbuka
Dikatakan Aisha, perang terbuka diantara kedua negara tersebut masih terjadi meski tidak akan meluas dalam skala regional. Apa yang dialami oleh USA dan Iran sekarang deadlock karena ketika salah satu diantara mereka melakukan perluasan perang maka akan merugikan mereka sendiri.

"Iran sengaja membuat perang dengan USA menggantung," kata Aisha. Baik USA dan Iran sama-sama berusaha menekan negara-negara lain yang akan terlibat dengan mereka, diantaranya China, Oman.

Iran tahu benar bahwa negara-negara di Teluk banyak sekali yang beraliansi dengan USA sehingga Iran menekan mereka, diantaranya Jordania karena negara tersebut mendapat bantuan dari USA.

Iran mau menekankan bahwa mereka masih memegang kendali dan tidak menginginkan USA," kata Aisha.  

Profil Singkat Aisha Kusumasomantri
Bidang Keahlian: Studi keamanan internasional, urusan militer, urusan strategis, dan geopolitik kawasan Indo-Pasifik.

Peran di Lembaga: Bertanggung jawab dalam kerja sama luar negeri dan hubungan eksternal lembaga riset strategis tersebut.

Fokus Analisis dan Isu Perang Modern: 
Membahas persaingan antarnegara lewat kecerdasan buatan (AI), perang siber, propaganda digital, dan manipulasi opini publik.

Geopolitik Global: Memberikan pandangan terkait dinamika krisis internasional, termasuk konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran serta dampaknya bagi negara seperti Rusia dan China (Peneliti Senior ISI).

Type above and press Enter to search.